Senin, 11 Juli 2011

J A N C O K

 

JANCOK berasal dari kata spirit Pahlawan Suroboyo , Bung Tomo : " Da' Su' " , yg artinya :

Da' : ninggalo siro (kamu) 

Su'(an) : ing perkoro oLo

Da' Su' : (tinggalkanLah smua haL² yg buruk)

jadi, JANCOK itu baik bila digunakan.. bahkan dianjurkan !

hahahahahahahahahaha :D

B O N E K




istilah BONEK alias Bondho Nekat (modal nekat), biasanya ditujukan kepada sekelompok pendukung atau suporter kesebelasan Persebaya Surabaya, walaupun ada nama kelompok resmi pendukung kesebelasan ini yaitu Yayasan Suporter Surabaya (YSS).

istilah BONEK pertama kali dimunculkan oleh Harian Pagi Jawa Pos tahun 1989 .
untuk menggambarkan fenomena suporter Persebaya yang berbondong-bondong ke Jakarta dalam jumlah besar.
Secara tradisional, BONEK adalah SUPORTER PERTAMA DI INDONESIA YANG MEN'TRADISIKAN AWAY SUPPORTERS (PENDUKUNG SEPAKBOLA YANG MENGIRINGI TIM PUJAAN'NYA BER'TANDANG KE KOTA LAIN) SEPERTI DI EROPA . Dalam perkembangannya, ternyata away supporters juga diiringi aksi perkelahian dengan suporter tim lawan. Tidak ada yang tahu asal-usul, Bonek menjadi radikal dan anarkis. Jika mengacu tahun 1988, saat 50 ribu Bonek berangkat dari Surabaya ke Jakarta untuk menonton final Persebaya - Persija, tidak ada kerusuhan apapun.

Secara tradisional, Bonek memiliki Lawan-Lawan, sebagaimana Layaknya suporter di Luar negeri.
Saat era perserikatan, Lawan tradisional Bonek adalah suporter PSIS Semarang dan Bobotoh Bandung (sekarang Viking).
Di era Liga Indonesia, Lawan tradisional itu adalah Aremania Malang, The Jak suporter Persija, dan Macz Man fans PSM Makassar.
Di era Ligina, Bonek justru bisa berdamai dengan Bobotoh Persib Bandung dan Suporter PSIS Semarang.

Beberapa peristiwa kekacauan yang disebabkan "Bonek mania" antara lain adalah kerusuhan pada pertandingan Copa Dji Sam Soe antara Persebaya Surabaya melawan Arema Malang pada 4 September 2006 di Stadion 10 November, Tambaksari, Surabaya.
Selain menghancurkan kaca-kaca di dalam stadion, para pendukung Persebaya ini juga membakar sejumlah mobil yang berada di luar stadion antara lain mobil stasiun televisi milik ANTV, mobil milik Telkom, sebuah mobil milik TNI Angkatan Laut, sebuah ambulans dan sebuah mobil umum. Sementara puluhan mobil lainnya rusak berat.
Atas kejadian ini Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan hukuman (sebelum banding) dilarang bertanding di Jawa Timur selama setahun kepada Persebaya, kemudian larangan memasuki stadion manapun di seluruh Indonesia kepada para Bonek selama tiga tahun.

Sekitar Agustus 2006, Bonek dijatuhi sanksi Lima kali tidak boleh mendampingi timnya saat pertandingan away menyusul ulah mereka yang memasuki lapangan pertandingan sewaktu Persebaya menghadapi Persis Solo di final divisi satu.
ironisnya, tahun 2005, Persebaya justru rela dihukum terdegradasi ke divisi satu gara-gara mundur di babak 8 besar.
Pihak klub beralasan untuk melindungi salah satu Bonek agar tidak disakiti oleh suporter Lawan.

Namun tidak selalu Bonek bertindak anarkis ketika kesebelasan Persebaya kalah. Tahun 1995, saat Ligina II, Persebaya dikalahkan Putra Samarinda 0 - 3 di Gelora 10 November. Tapi tidak ada amuk Bonek sama sekali. Para Bonek hanya mengeluarkan yel-yel umpatan yang menginginkan pelatih Persebaya mundur.

Saat masih di Divisi I, Persebaya pernah ditekuk PSIM 1 - 2 di kandang sendiri. Saat itu juga tidak ada aksi kerusuhan. Padahal, jika menengok fakta sejarah, hubungan suporter Persebaya dengan PSIM sempat buruk, menyusul meninggalnya salah satu suporter Persebaya dalam kerusuhan di kala perserikatan dulu.

Kau ini Bagaimana ?

Kau ini Bagaimana ?
kau bilang aku Merdeka, kau memilihkan untukku segalanya ..
kau suruh aku berpikir. aku berpikir, kau tuduh aku kafir ..

aku harus bagaimana ?
kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai ..
kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai ..

kau ini bagaimana ?
kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku ..
kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aku plin-plan ..

aku harus bagaimana ?
aku kau suruh maju, aku mau maju kau selimbung kakiku ..
kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku ..

kau ini bagaimana ?
kau suruh aku takwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa ..
kau suruh aku mengikutimu, Langkahmu tak jelas arahnya ..

aku harus bagaimana ?
aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya ..
aku kau suruh berdisiplin, kau mencontohkan yang lain ..

kau ini bagaimana ?
kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara tiap saat ..
kau bilang kau suka damai, kau ajak aku setiap hari bertikai ..

aku harus bagaimana ?
aku kau suruh membangun, aku membangun kau merusakkannya ..
aku kau suruh menabung, aku menabung kau menghabiskannya ..

kau ini bagaimana ?
kau suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah-rumah ..
kau bilang aku harus punya rumah, aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah ..

aku harus bagaimana ?
aku kau Larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi ..
aku kau suruh bertanggungjawab, kau sendiri terus berucap wallahu a’lam bissawab ..

kau ini bagaimana ?
kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku ..
kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku ..

aku harus bagaimana ?
aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah kupilih kau bertindak sendiri semaumu ..
kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu ..

kau ini bagaimana ?
kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwis ..
kau bilang jangan banyak bicara, aku bungkam kau tuduh aku apatis ..

aku harus bagaimana ?
kau bilang kritiklah, aku kritik kau marah ..
kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja ..

kau ini bagaimana ?
aku bilang terserah kau, kau tidak mau ..
aku bilang terserah kita, kau tak suka ..
aku bilang terserah aku, kau memakiku ..

kau ini bagaimana ?
atau aku yang harus bagaimana ?


by : K.H. Musthofa Bisri

CINTA ?

Banyak orang bilang Cinta ,
namun tak mengerti apa itu Cinta ,
LaLu kecewa , 'sakit' , dan menyalahkan Cinta .
padahal yang membuat mereka kecewa & sakit bukanlah Cinta , tapi

NAFSU yang mengAtasNamakan CINTA

 
satu yang perlu kita tahu ,
antara Cinta dan Nafsu terpisah benang tipis .
salah sedikit Cinta bisa jadi Nafsu ..

dan satu yang pasti ,

Cinta Sejati

hanya milik & karena

ALLAH

dan hanya kepadaNya Lah sejatinya Cinta kita ..

Untukmu Muda-Mudi Indonesia

Dua sejoli itu duduk berdampingan di sebuah taman yang rindang yang penuh pepohonan. Mereka berdua sebenarnya tidak sendirian. Karena tak jauh dari tempat mereka bercengkerama, belasan pasangan laki perempuan yang lain juga duduk menyepi.


Apakah yang duduk-duduk ini pasangan suami istri? Bukan. Mereka adalah pasangan muda-mudi yang menumpahkan perasaan kasmarannya. Sayangnya, cara yang mereka tempuh adalah cara yang keliru. Pemandangan seperti itu bukan lagi hal yang asing ditemukan. Bahkan tak jarang aktivitas pacaran tersebut dilakukan di rumah Allah, yaitu di masjid. Kebanyakan muda-mudi yang belum punya status nikah tetap nekad bermaksiat di tempat mulia semacam itu.


Pacaran Sudah Jelas Jalan Menuju Zina


Wahai muda-mudi... Jalan manakah lagi yang lebih dekat pada zina selain pacaran? Bukankah banyak kasus zina berawal dari tindak tanduk perkenalan diri lewat pacaran? Hal ini tidak bisa disangkal lagi, apalagi untuk sekarang ini. Sudah banyak berita yang kita saksikan. Hanya karena kenalan lewat media FB, hingga suka sama suka, dua sejoli dan yang satunya masih duduk di bangku kelas 2 SMP (14 tahun) akhirnya jalan berdua dengan kenalannya hingga si gadis kecil dibawa lari jauh dari ortunya. Terjadilah apa yang terjadi. Si gadis kecil pun dirayu-rayu oleh si laki-laki hingga akhirnya mau melepaskan keperawanannya hanya karena rayuan gombal.


Lihatlah adik-adikku... Bukankah pacaran ini benar-benar jalan menuju zina? Awalnya dari kenalan. Lalu beranjak janjian kencan. Lalu dibawa ke tempat sepi. Setelah itu beranjak ke yang lebih parah. Maka terjadilah zina yang tidak disangka-sangka dari awal, hanya karena alasan true love, membuktikan cinta yang sebenarnya.


Semoga kita bisa merenungkan ayat yang mulia,


وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا


“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32). Ulama terkemuka yaitu Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani rahimahullah menjelaskan, “Allah melarang mendekati zina. Oleh karenanya, sekedar mencium lawan jenis saja otomatis terlarang. Karena segala jalan menuju sesuatu yang haram, maka jalan tersebut juga menjadi haram. Itulah yang dimaksud dengan ayat ini.”[1]


Coba perhatikan penjelasan di atas wahai adikku ... Kita dapat suatu pelajaran bahwa setiap hal yang dapat mengantarkan pada yang haram atau dosa besar, maka itu semua menjadi terlarang. Ingatlah bahwa ayat di atas bukan hanya memperingatkan perbuatan zina yang merupakan dosa besar. Namun ayat yang mulia di atas juga memperingatkan segala jalan yang dapat mengantarkan pada zina. Segala jalan menuju zina saja dilarang karena kita dilarang mendekati zina, maka melakukan zina lebih-lebih terlarang lagi.


Namun banyak muda-mudi yang kami sayangkan belum memahami ayat tersebut. Allah Ta’ala sebenarnya cukup menyampaikan ayat yang ringkas saja, namun cakupannya luas untuk melarang hal-hal lainnya. Dari sini, maka aktivitas berdua-duaan antara lawan jenis itu terlarang dan aktivitas menyentuh lawan jenis juga terlarang. Apalagi dua aktivitas yang kami sebutkan ini ada larangan khususnya.


Untuk aktivitas berdua-duaan antara lawan jenis, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ


“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.”[2] Ini menunjukkan terlarangnya kholwat (berdua-duaan antara lawan jenis).


Untuk aktivitas menyentuh lawan jenis, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tunjukkan larangannya dalam sabdanya,


كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ


“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.”[3] Artinya, menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom termasuk keharaman karena dinamakan dengan zina yang juga haram.


Penjelasan di atas sebenarnya sudah cukup menyatakan bahwa pacaran itu terlarang. Jika ada yang masih mengatakan bahwa ada pacaran yang halal yaitu pacaran Islami, maka cukup kami jawab, “Bagaimana mau dikatakan halal sedangkan pelanggaran di atas masih ditemui? Jika kita nekad mengatakan ada pacaran Islami, maka kita juga seharusnya berani mengatakan ada zina Islami, khomr Islami, judi Islami dan sebagainya.” Hanya Allah yang beri taufik.


Lebih Parah Dari Itu


Kalau duduk merapat, berangkulan, berciuman dan sejenisnya yang dilakukan oleh laki perempuan non mahrom yang tak diikat tali pernikahan saja sudah tidak boleh dan dilarang oleh ajaran Islam, bagaimana jika lebih dari itu? Namun inilah yang disayangkan tersebar luas di kalangan muda-mudi. Mereka begitu mudahnya membuktikan cinta, namun dengan jalan yang keliru yaitu dengan “sex before marriage (SBM)”, atau istilah kerennya adalah dengan “making love”. Sekeren apapun namanya namun hakekatnya tetap sama yaitu menerjang larangan Allah dengan melakukan dosa besar zina. Inilah yang dikatakan oleh mereka-mereka sebagai pembuktian cinta. Inilah yang katanya true love, cinta sebenarnya. Bagaimana mungkin zina dinamakan true love sedangkan di sana menerjang larangan Allah yang termasuk dosa besar?


Bukankah Allah Ta’ala telah menyebutkan dalam kitabnya yang mulia,


وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا


“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32)? Lihatlah bahwa zina di sini disebut dengan perbuatan yang keji dan sejelek-jelek jalan.


Dalam ayat lainnya, Allah Ta’ala berfirman,


وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا


“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya).” (QS. Al Furqon: 68). Artinya, orang yang melakukan salah satu dosa yang disebutkan dalam ayat ini akan mendapatkan siksa dari perbuatan dosa yang ia lakukan.


Ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, dosa apa yang paling besar di sisi Allah?” Beliau bersabda, “Engkau menjadikan bagi Allah tandingan, padahal Dia-lah yang menciptakanmu.” Kemudian ia bertanya lagi, “Terus apa lagi?” Beliau bersabda, “Engkau membunuh anakmu yang dia makan bersamamu.” Kemudian ia bertanya lagi, “Terus apa lagi?” Beliau bersabda,


ثُمَّ أَنْ تُزَانِىَ بِحَلِيلَةِ جَارِكَ


“Kemudian engkau berzina dengan istri tetanggamu.” Kemudian akhirnya Allah turunkan surat Al Furqon ayat 68 di atas.[4] Di sini menunjukkan besarnya dosa zina, apalagi berzina dengan istri tetangga.


Dalam hadits lainnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِذَا زَنَى الرَّجُلُ خَرَجَ مِنْهُ الإِيمَانُ كَانَ عَلَيْهِ كَالظُّلَّةِ فَإِذَا انْقَطَعَ رَجَعَ إِلَيْهِ الإِيمَانُ


“Jika seseorang itu berzina, maka iman itu keluar dari dirinya seakan-akan dirinya sedang diliputi oleh gumpalan awan (di atas kepalanya). Jika dia lepas dari zina, maka iman itu akan kembali padanya.” [5]


Meski larangan-larangan zina dalam berbagai dalil di atas begitu tegas dan ancamannya begitu berat ternyata banyak remaja yang terjebak dalam perbuatan keji tersebut. Survey, data yang diperoleh dan dipublikasikan oleh banyak kalangan semakin membuat hati miris. Kadang timbul pertanyaan setelah membacanya? Sudah benar-benar rusakkah pemuda Islam kita?


Haruskah Membuktikan True Love Lewat Making Love?


Mereka yang melakukan aktivitas pacaran, memberikan alasan bahwa seks sebelum nikah (sex before marriage) adalah bukti cinta sejati. Logika mereka, yang namanya cinta itu butuh pengorbanan. Nah, kalau wanita yang diajak pacaran, maka ia harus mau berkorban. Apa bentuk pengorbanannya? Tak lain dan tak bukan adalah mengorbankan kesucian mereka. Naudzu billah.


Tentu ini adalah alasan yang dibuat-buat untuk memperturutkan hawa nafsu rendahan. Yang benar adalah bila seseorang cinta pada seseorang pasti ia akan berusaha memberikan kebaikan kepada orang yang dicintainya dan tak rela bila kekasihnya terjerumus dalam kesengsaraan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لاَ يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ مِنَ الْخَيْرِ


“Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, seorang hamba tidak beriman (dengan iman yang sempurna) hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya mendapat kebaikan.”[6]


Bila kita benar-benar cinta kepada seorang wanita dan sebaliknya, maka kita akan bersungguh-sungguh menjaga kesuciannya karena itu adalah suatu kebaikan sebagaimana kita pula ingin memperolehnya. Tentu hal itu tidak ditempuh lewat jalan pacaran dan berhubungan seks di luar jalan yang benar. Pengorbanan yang benar dalam cinta bukan berkorban untuk maksiat, namun berkorban dengan mengerahkan seluruh kemampuan menjaga kesucian diri dan orang yang dicinta serta berusaha meraih hubungan yang dihalalkan oleh Allah. Yakinlah adikku, jika kita benar-benar tulus ingin menjaga kesucian diri dan meraih yang halal, Allah pasti akan menolong. Ingat selalu sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,


ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَوْنُهُمُ الْمُجَاهِدُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِى يُرِيدُ الأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ الَّذِى يُرِيدُ الْعَفَافَ


“Tiga orang yang berhak mendapatkan pertolongan Allah, yaitu orang yang berjihad di jalan Allah, budak mukatab yang ingin membebaskan dirinya, dan orang yang menikah yang ingin menjaga kehormatan dirinya.”[7] Oleh karenanya, jika seseorang betul-betul ingin menjaga kesucian dirinya, maka tempuhlah jalan yang benar yaitu melalui jenjang pernikahan, niscaya pertolongan Allah akan terus datang. Yakinlah!


Jadi cinta sejati dibuktikan lewat jalan yang benar yaitu lewat jalan menikah. Jika belum mampu, maka bersabarlah. Sibukkanlah diri dengan hal-hal yang baik. Jauhi pergaulan dengan lawan jenis kecuali jika darurat. Banyak memohon kepada Allah agar diberikan kemudahan untuk terlepas dari zina dan segala jalan menuju perbuatan yang keji tersebut.


Semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada setiap muda-mudi yang membaca risalah ini.
aamiin yaa robbaL'aaLamiin . .








ket :


[1] Fathul Qodir, Asy Syaukani, 4/300, Mawqi’ At Tafaasir.


[2] HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi (shahih dilihat dari jalur lainnya).


[3] HR. Muslim no. 6925.


[4] HR. Bukhari no. 7532 dan Muslim no. 86.


[5] HR. Abu Daud no. 4690 dan Tirmidzi no. 2625. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.


[6] HR. Ahmad (3/206). Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari Muslim.


[7] HR. Tirmidzi no. 1655. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan. Syaikh Al Albani juga mengatakann hadits ini hasan.

Suro, Boyo, Pak Wo



Suro & Boyo sedang asyik bermain bola di Lapangan .
saat menggiring dan berebut bola, tiba² mereka terkejut melihat banyak sekumpulan Kambing Putih & Coklat di Lapangan .
dan ternyata Pak Wo, pemilik Kambing² itu sedang sibuk mengurus Kambing²nya untuk makan sore di Lapangan tempat Suro & Boyo bermain bola tersebut .


Suro : Weddhuse sampean ta iki Pak Wo ?? kabeh'e piro Pak ?? akeh temmen ..

Pak Wo : seng endi ? seng Putih ta seng Coklat ?

Suro : seng Putih ?

Pak Wo : SeLaWe .

Boyo : nek seng Coklat ?

Pak Wo : PODO .

Suro : Ooo .. maem'e wakeh yo Pak ?

Pak Wo : seng endi ? seng Putih ta seng Coklat ?

Boyo : seng Coklat ?

Pak Wo : suket rong keranjang .

Suro : Lha nek seng Putih ?

Pak Wo : PODO .

Boyo : opo'o seh Pak, kok mesti sampean takon seng Putih ta Coklat ?

Suro : iyo, padahal jawabpane Loh mesti PODO ..

Pak Wo : ngene Loh rek, soale nek seng Coklat iku Weddhus'ku ..

Suro-Boyo : Lha nek seng Putih ??

Pak Wo : PODO .

Minggu, 26 Juni 2011

κąяпą κυ şάγάлģ κąṁџ


şэάлdąiπγά κąυ άdά dίşίлί dэήБάпķυ ṁџπБķίή ķυ τąķ şэлdίґί ..
ЬάγąпБάήṁџ γąпБ şэĽąĽџ ṁэπэṁąлίκџ ĥίάşί ṁąĽąṁ şэρίķυ ..
κџ ίήбίή Ьэґşάṁą dίґίṁџ ..
ķџ τąκ άκąл ρэяпąн ЬэґρąĽίήб dąґίṁџ шąĽąώ κίлί κάυ jάυн dąґίķџ ..
κάπ şĽąĽџ ķџ пąήτί κąяпą κυ şάγάлģ κąṁџ ..
нąτί ίπί şэĽąĽџ ṁэṁąπббίĻ ήąṁąṁџ ..
dэήБάґĻąĥ ṁэĽąτίκџ ..
κџ Ьэґjάπjί нάπγάĻąĥ џлτυķṁц ςίπτąκџ ..
τąκ κąл ρэяпąн ądά γąпБ Ļάίπ ..
ądάķάĥ яίπdυ dί нąτίṁџ şэρэяτί яίπdυ γąпģ κџяάşά ?
şάπббџρκąн κџ τэяυş τэяĻэήά τąлρąṁυ dίşίşίκџ ?
κџ κąπ şĽąĽџ ṁэπąлτίṁџ ..